Wahidatul Aini : Motivasiku Kuliah Di UMB

Menempuh pendidikan sampai SMA/SMK saja tidak cukup, di zaman sekarang ini teknologi semakin canggih dan berkembang dengan sangat pesat, untuk mengikuti zaman kita memerlukan pendidikan yang tinggi agar kita mampu berkarya di bidang yang kita jalani untuk membuka kesempatan-kesempatan baru yang menunggu untuk dibuka.

Saya memiliki impian dan cita-cita yang ingin saya capai. Membanggakan kedua orang tua itu pasti, jadi orang yang sukses dan bisa berguna bagi semua orang. Tapi, pertanyaannya saya ini nanti mau jadi apa? Sukses yang seperti apa? Mau memberi manfaat apa? Ketika ditanya cita-cita mu apa, maka saya akan jawab menjadi seorang Akuntan atau saya akan bilang menggantikan posisi ibu Sri mulyani menjadi Kemenkeu RI. Lucu sih, itu khayalan yang terlalu tinggi. Tapi, orang tua saya bilang kalau kamu mau jadi seperti itu kamu harus punya pendidikan yang tinggi.

Semester akhir di SMK teman-teman saya mulai sibuk membicarakan bakal kuliah dimana, apa yang harus di persiapkan, dan bahkan sudah ada yang mulai belajar untuk ikut tes PTN. Saya tidak mau kalah, waktu itu saya mulai googling tentang PTN. Untuk bisa masuk PTN yang pertama, di saring berdasarkan nilai raport sem. 1-5 atau SNMPTN. Dan ketika pemeringkatan disekolah, saya ada di peringkat ke 10 unjuk jurusan akuntansi. Speechles dong, soalnya tahun lalu hanya 1 orang dari sekolah saya yang lolos jalur SNMPTN. Mulai tidak percaya diri, saya langsung mempersiapkan tes untuk SBMPTN. Ketika pengumumam SNMPTN dan ternyata saya lolos di pilihan kedua. Bersyukur banget lolos, sampek nangis akhirnya bisa masuk PTN. Saya mulai mengirimkan berkas untuk menentukan UKT, setelah UKT keluar dan hasilnya tidak sesuai prediksi keluarga saya. Ternyata lebih tinggi dengan yang di perkirakan. Saat itu keluarga saya sedang dalam ekonomi yang sulit dan lagi masa pandemi, kakak saya saat itu di PHK. Tanggal Pembayaran UKT nya pun dibatasi. Karena keadaan keluarga sedang masa sulit saya ikhlasin untuk tidak kuliah. Mau ikut UTBK tidak bisa karena sudah lolos SNMPTN, jadi ya saya pasrah saja. Saat itu saya sudah tidak memiliki keinginan untuk kuliah.

Sebulan setelahnya bapak saya menanyakan mau kuliah tidak, ya saya jawab tidak. Lalu bapak saya bilang kamu itu mau jadi apa, kalau kamu mau jadi orang sukses ya berjuang, gagal dikit aja langsung nyerah, orang kayak gitu gak bakal bisa sukses. Kuliah dimana pun sama saja, negeri atau swasta itu sama. Yang penting kamu mau berjuang. Setelah itu saya sadar, emang sih tidak ada gunanya meratapi nasib yang lalu, itu akan menghambat progres kita kedepannya.

Setelah itu saya nyari informasi universitas-universitas di Bengkulu dan yang dekat dari rumah, karena saya emang tidak mau ngekos. Lalu dapatlah saya informasi dari kawan saya mengenai UMB, saya sebenarnya sudah tau sedikit tentang UMB, karena Universitas ini lokasinya mudah di temukan dan saya sering lewat depan Universitas tersebut. Di tempat saya pun banyak yang kuliah di UMB, saya juga bertanya ke tetangga-tetangga saya yang kuliah disana. Dari beasiswa, fasilitasnya, dan seputar kampus UMB. Saya mulai tertarik kuliah disana karena dari informasi yang saya dapatkan, beasiswa disana ada banyak dan peluang untuk dapat beasiswa cukup besar, keluarga saya juga mendukung saya untuk kuliah di sana. Setelah itu saya langsung mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di UMB dan saya memantapkan diri untuk terus berjuang akan cita-cita saya, orang tua, dan orang-orang disekitar saya.

Intinya menuntut ilmu itu bisa dilakukan di mana pun, mau di kampus negeri ataupun swasta sama saja. Tergantung sama diri kita sendiri, kita sendiri lah yang memegang kunci untuk meraih kesuksesan itu. Kalau kamu terus berusaha dan berjuang, masa depan yang cerah bisa kamu genggam erat. Tapi kalau kamu tak mau berusaha keras, kamu tak akan bisa jadi apa-apa. Jadi buat kalian jangan pernah berhenti berjuang untuk menggapai impian yang tingginya melebihi langit itu. Teruslah melangkah, jangan pernah menyerah dengan keadaan karena sedikit lagi hidupmu pasti berubah. Karena Tuhan selalu mengiringi langkah indahmu.

Leave a Reply