Memi Sari Kartika : Perjuangan untuk dapat kuliah melalui Beasiswa

Nama saya Memi Sari Kartika, biasa di panggil Memi atau Sari jika sulit menyebutkan Memi. Saya mempunyai dua orang adek yang bernama Mesti Kirana dia duduk di kelas 2 SMP dan yang satu lagi bernama Sika Susana Sari dia duduk di kelas 1 SD.

Setiap orang memiliki cita – cita dan keinginan yang sangat ingin dicapai dan diwujudkan. Setiap orang memiliki cara – cara tersendiri untuk mewujudkan cita – cita mereka. Setiap orang juga mempunyai rintangan dan tantangan yang berbeda – beda.

Cita – cita itu harus diperjuangkan, namun setiap perjuangan pasti ada tantangan dan rintangan yang kita tempuh dan kita hadapi sebelum kita mencapai keberhasilan dan kesuksesan mewujudkan cita – cita kita itu.

Saya bercita – cita ingin kuliah di negeri dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari kedua orang tua saya,namun pada saat pendaftaran SNMPTN ternyata saya tidak diusulkan kerena nilai saya ada yang naik turunnya.

Saat hasil SNMPTN telah keluar betapa bahagianya teman teman kelasku yang lulus jalur itu,aku pun minder untuk ikut bergabung dengan mereka saat membicarakan setelah tamat SMA mau kuliah atau kerja karena aku ingin kuliah namun kondisi ekonomi dan keluarga tidak mungkin bisa aku kuliah.

Pada saat SBMPTN aku sudah mempersiapkan uang untuk ikut tes jalur itu ,namun ada keperluan keluarga yang mendesakku untuk meminjamkan uang itu kepada ibuku, akhirnya aku tidak bisa ikut tes,meski sedih tetapi aku ikhlas karena aku yakin itu belum rezekiku pasti Allah akan memberi ganti yang lebih baik dari itu.

Harapanku untuk kuliah sudah hilang aku berniat ingin kerja saja dari pada merepotkan kedua orang tua ku,saat keluarga kami mendapatkan cobaan dan tantangan yang besar karena orang tua ku tidak mampu membayar uang sewaan kosaan kepada nenek ku sendiri akhirnya nenek ku tegah mengusir kami dan ayah harus segera memindahkan barang barang kami karena dia ingin memindahkan cucu nya yang lain ketempat itu.

Orang lain di hari lebaran bahagia tapi orang tua ku bersedih dan pusing memikirkan kemana mencari kosan baru untuk aku dan adekku.Dihari lebaran seharusnya disambut dengan bahagia dan bersenang – senang,tetapi keluarga kami malah bersedih tanpa ada senyuman dan canda tawa sedikit pun.

Hari lebaran kedua ayah mencari kosan untuk aku dan adek dari pagi sampai sore, saat pulang hati ku seakan teriris oleh pisau melihat ayah pulang dengan kedinginan dan basa dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Setelah malam tiba ayah bertanya kepadaku

Ayah : “Nak,,kamu mau kuliah apa kerja?”

Saya : “Aku mau kuliah yah tapi uang pendaftaran udah di pakai ibu saat lebaran kemaren”

Ayah : ” tadi ibu kos kamu yang baru bilang anaknya kuliah di Umb , katanya di Umb ada bantuan untuk kurang mampu ,caba kamu cari tau dan daftar siapa tau ada rezeki mu kuliah nak”

Saya : ” ya ,yah aku akan coba semoga ada rezeki kuliah,Aamiin ya Allah”

Besok paginya aku memutuskan untuk pergi ke kota dan tinggal dikosan yang baru ayah dapatkan itu. Aku kekota bersama adekku yang duduk di kelas smp. Karena di desaku susah sekali sinyal kecuali telkomsel,tapikan telkomsel sangat mahal bagi ku jadi lebih baik aku di kota saja bisa menggunakan paket yang lebih murah dari pada telkomsel.

aku menanya kepada teman teman kelasku ada yang punya no wa kakak yang datang ke sekolah untuk promosikan Umb di kelas ku dulu saat aku masih SMA dan akhirnya ada teman ku yang mengirim no wa kakak dari Umb itu,aku bertanya banyak tentang Umb,biaya uktnya, bantuan bantuan untuk yang kurang mampu.Lama aku menunggu akhirnya kakak dari Umb itu maresponnya

Kakak Umb: ” Ada dek bantuan buat yang kurang mampu,trus juga biaya uktnya bisa di cicil dua kali loh dek”

Saya : ” Iya kak,ada enggak kak beasiswa yang gratis full untuk yg kurang mampu”

Kakak umb : ” ada dek,namanya kip kuliah”

Saya : ” oh itu, tahu saya kak tapi itu bukannya untuk perguruan tinggi negeri ya kak”

Kakak Umb : ” oh, gak donk Umb juga bisa urus kip kuliahnya”

Saya : ” Cara daftarnya kak gimana?”

Kakak Umb : “online dek”

Saya : ” bisa kirim linknya kak”

Kakak Umb : ” bisa dek, ini linknya”

Saya : ” Terima Kasih banyak kak”

Kakak Umb : ” Sama – sama dek”

Aku mendaftar kip kuliah melalui online,sering saat membuka linknya eror karena banyak yang daftar jadi terkadang aku harus membuat alarm jam yang tidak banyak yang memakai link tersebut,seperti jam 1 pagi,jam 2 pagi,atau jam 3 pagi.Meski terkadang mengantuk, lelah, dan capek tapi aku harus tetap melakukannya demi mendapatkan beasiswa tersebut.Akhirnya daftar kip kuliah online selesai juga.

Setelah daftar online ada pemberkasannya,saat menyiapkan berkas berkas itu, aku harus mencari pinjaman sekitar 50k karena saat itu ayah sedang di desa ku tidak bisa dihubungkan. Aku mendapatkan pinjaman dari kakak seniorku di organisasi saat aku SMA dulu,aku mendapatkan pinjaman 50k. Semua berkas – berkasnya sudah semua tinggal berkas – berkas yang harus diambil di kantor desa beserta tandatangan kepalah desa. Aku memutuskan pulang kedesa ku untuk mengurusnya, aku harus bolak balik ke kantor desa meminta surat suratlah meminta tanda tanganlah,pernah ada rasa malu tapi itulah pahitnya perjuangan yang harus aku lalui agar mendapatkan beasiswa kip kuliah tersebut.

Saat semuanya tuntas tinggal menunggu hasilnya aku yakin bahwa Allah akan memberi jalannya untuk kuliah karena sudah daftar maka aku tidak boleh mundur.Meski aku tidak mendapatkan beasiswa kip kuliah itu, tetapi aku harus tetap kuliah, aku yakin pasti ada jalannya untuk ku sampai aku mendapatkan gelar sarjana.

Setelah lama menunggu akhirnya hasilnya keluar juga.Aku merasa sangat takut karena jika aku tidak terpilih bagaimana aku membayar biaya kuliahku nanti. Orang tuaku tidak akan mampu membiayai kuliahku sampai serjana.Alhamdulillahnya aku mendapatkan beasiswa kip kuliah itu, aku senang dan juga aku sangat bersyukur kepada Allah Swt.

Begitulah hidup, harus ada rintangan dan tantangan agar hidup berkesan dan dapat diambil pelajaran dari perjuangan kita, apa pun latar belakang keluarga kita itu bukan lah halangan untuk kita mengejar cita – cita kita.

Jadikan lah itu sebagai motivasi dan semangat kita agar lebih semangat dan berusaha untuk mewujudkan cita – cita kita agar cita – cita kita tidak menjadi angan belaka dan bukan hanya sekedar cita – cita saja. Namum cita – cita yang harus dicapai dan di wujudkan.

Jika bukan diri sendiri yang mengubah hidup kita sendiri dan generasi kita berikutnya,siapa lagi???kunci hidup kita ada di tangan kita bukan di latar belakang nya keluarga.Kita sendiri yang menentukan berhasil dan gagalnya hidup kita.

Leave a Reply