Dea Viona Nurliza : BERUBAH UNTUK SEBUAH PENCAPAIAN

Halo, namaku Dea Viona Nurliza. Aku seorang remaja yang lahir di Bengkulu pada tanggal 29 oktober 2002. Ya, umurku baru berusia 18 tahun. Sudah berarti pada saat umur ku ini aku akan mulai menjadi manusia yang berarti aku, usia 18 tahun haruslah sudah berarti dan berkontribusi dalam hidup ini. Meskipun tak banyak, namun harus sudah punya target, misi apa yang akan kita wujudkan ataukah melanjutkan misi yang sebelumnya belum tuntas menjadi misi yang lebih jelas.

Hidup itu perjuangan.Ya, hidup memanglah perjuangan. Di saat impian kita begitu tinggi melebihi langit, namun harus terkubur dalam-dalam karena minimnya keterampilan dan keterampilan di situlah letak perjuangannya. Di saat kamu ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, namun di saat itu juga datang, hinaan menerpa, dan ocehan tak berguna untuk membara, di situlah letak perjuangannya. Di saat kamu mulai marah dengan keadaan, marah terhadap diri sendiri, tidak bisa menerima realita yang sedang terjadi hingga kamu mulai putus asa, di situlah letak perjuangannya.

Langkah memang tak selalu mulus. Namun, di situlah tantangannya. Bisakah kita fokus? Atau justru terjerumus bersama malas yang sangat ganas. Kita memang harus mengambil risiko yang mungkin tidak berhasil. Namun, tanpa berani mengambil risiko gagal tak perlu diprediksi lagi. Gagal telah menjadi sesuatu yang pasti bagi mereka yang tak berani.

Dalam sebuah rintangan banyak yang dilalui, seperti yang ku hadapi saat ini. Jika harus memulai untuk menguji sebuah tujuan yang ingin sekali aku gapai, yaitu beasiswa. Pada saat ini aku ingin ini tidak membuatku gagal, setelah banyak usahaku dimasa lalu yang tidak bisa dicapai, dan aku harus melalui masa-masa sulit. Aku harus berusaha dengan semua kemampuanku untuk tujuanku ini. Dimana sebelumnya aku tidak pernah terlalu bersemangat tentang ini. Saat ini aku sedang berusaha mengukur apa yang akan ku tulis di lembaran kertas ini. Aku bingung memikirkan topik apa yang bagus untuk membuat suatu karya yang akan membuat orang lain masuk. Sepanjang hidupku bukan sebuah jalanku atau niatku untuk memasuki dunia tetapi, aku ingin mengubah pola pikir hidupku.

Beberapa waktu yang lalu aku terus mencari apa yang harus aku buat, aku tidak berpengalaman untuk menulis artikel atau karya tulis lainnya. Dengan batasan waktu kesalahan dan kekurangan dalam membuat karya ini. Aku tidak tau akan menceritakan apa. Pertama yang aku tau Essay adalah sebuah berita, terlintas yang aku info topik terbaik yang harus aku ceritakan yaitu Covid-19, saran aku tidak terlalu mengerti begitu banyak hal tentang Covid-19, aku takut terjadi kesalahan jika harus menulis berita tentang itu. Waktu terus berjalan aku harus segera menyelesaikan tugasku, tidak peduli dengan pengaruh lingkungan sekitarku.

Kebutuhan anak remaja memang tak sedikit, apalagi remaja perempuan yang sedang eksis di masa pertumbuhannya. Di tengah-tengah eksisnya fashion di kalangan remaja, justru pendidikan yang harusnya lebih eksis dan mendominasi. Mungkin mereka akan berbondong-bondong memilih tempat sekolah yang bonafide yang dirasa sangat nyaman bagi mereka. Mereka yang ada di dalamnya, ada yang benar-benar memimpikan sekolah tersebut sejak lama, ada yang masuk hanya sekedar ingin dipandang gaul. Mungkin bagi mereka yang sangat ingin bersekolah di tempat itu, sedikit risih dengan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang hanya mementingkan gengsi belaka.

Mereka tidak mengerti betapa pentingnya menuntut ilmu-banyaknya. Dimana sekarang aku bukan siswa SMA lagi jadi aku harus bisa mengubah sikap ku dalam belajar agar pejalanan ku tidak ada sia-sia. Berjuanglah, berusahalah, dan selalu berdoa. Mungkin mereka akan berbondong-bondong memilih tempat sekolah yang bonafide yang dirasa sangat nyaman bagi mereka. Mereka yang ada di dalamnya, ada yang benar-benar memimpikan sekolah tersebut sejak lama, ada yang masuk hanya sekedar ingin dipandang gaul. Mungkin bagi mereka yang sangat ingin bersekolah di tempat itu, sedikit risih dengan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang hanya mementingkan gengsi belaka. Mereka tidak mengerti betapa pentingnya menuntut ilmu-banyaknya. Dimana sekarang aku bukan siswa SMA lagi jadi aku harus bisa mengubah sikap ku dalam belajar agar pejalanan ku tidak ada sia-sia.

Berjuanglah, berusahalah, dan selalu berdoa. Mungkin mereka akan berbondong-bondong memilih tempat sekolah yang bonafide yang dirasa sangat nyaman bagi mereka. Mereka yang ada di dalamnya, ada yang benar-benar memimpikan sekolah tersebut sejak lama, ada yang masuk hanya sekedar ingin dipandang gaul. Mungkin bagi mereka yang sangat ingin bersekolah di tempat itu, sedikit risih dengan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang hanya mementingkan gengsi belaka. Mereka tidak mengerti betapa pentingnya menuntut ilmu-banyaknya. Dimana sekarang aku bukan siswa SMA lagi jadi aku harus bisa mengubah sikap ku dalam belajar agar perjalanan ku tidak ada sia-sia.

Berjuanglah, berusahalah, dan selalu berdoa. Mungkin bagi mereka yang sangat ingin bersekolah di tempat itu, sedikit risih dengan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang hanya mementingkan gengsi belaka. Mereka tidak mengerti betapa pentingnya menuntut ilmu-banyaknya. Dimana sekarang aku bukan siswa SMA lagi jadi aku harus bisa mengubah sikap ku dalam belajar agar pejalanan ku tidak ada sia-sia. Berjuanglah, berusahalah, dan selalu berdoa. Mungkin bagi mereka yang sangat ingin bersekolah di tempat itu, sedikit risih dengan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang hanya mementingkan gengsi belaka. Mereka tidak mengerti betapa pentingnya menuntut ilmu-banyaknya. Dimana sekarang aku bukan siswa SMA lagi jadi aku harus bisa mengubah sikap ku dalam belajar agar perjalanan ku tidak ada sia-sia. Berjuanglah, berusahalah, dan selalu berdoa.

Jadikan semua yang kau lakukan sebagai stok ilmu yang bisa aku gunakan. Ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang. Jangan pernah berputus asa dengan hidupmu karena Tuhan selalu ada di dekatmu, bahkan lebih dekat dari urat nadimu. Apa yang telah kau capai sampai saat ini? Prestasi apa saja yang telah kau raih? Lomba membaca puisi? Olimpiade Sains? Lomba berenang? Lomba karya ilmiah? Lomba menulis, atau yang lainnya? Ataukah kamu masih memiliki berbagai impian yang belum tercapai? Milikilah impian yang jatuh sakit. Tak ada impian yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah upaya yang terlalu rendah. Berprestasilah sebanyak banyaknya hingga kau tak mampu lagi untuk bersantai. Jangan pernah puas dengan apa yang telah kau raih sampai saat ini, karena pemenang sejati akan terus berjuang hingga dirinya tak lagi di dunia ini.

Teruslah melangkah, tak boleh menyerah karena sedikit lagi hidupmu pasti berubah. Kesuksesan tidak dapat dibandingkan dengan rapor orang lain, karena yang sebenarnya adalah sebuah keadaan dimana dirimu menjadi lebih baik dari sebelumnya, dimana dirimu telah mencapai sesuatu yang lebih dari sebelumnya, dimana kamu berhasil meningkatkan hidupmu dari masa lalu. Teruslah melangkah untuk kamu yang senantiasa berjuangan. Bertahan tak selamanya penuh dengan tekanan. Bertahan dengan ketidakamanan yang akan menghebatkan diri jauh lebih baik melangkah tanpa tujuan. Bertahan memang butuh kesabaran dan kerja keras agar diri tak mudah terkuras. Berdoalah kepada Tuhan, mintalah apa yang kamu impikan dan jangan lupa kerjakan apa yang kamu doakan. Yakinlah semua akan indah menurut rencana-Nya dan waktu-Nya.

Perjalanan satu mil dimulai dengan satu langkah yang berkelanjutan. Dimana melangkah dengan fokus terhadap tujuan sangat penting tanpa harus menengok ke belakang dan mempedulikan komentar miring orang lain. Walaupun kondisinya tak lagi kondisif. Meskipun bukan langkah yang mudah, kamu harus terus melangkah. Don’t kau larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Janganlah dirimu terperangkap dalam lembah yang sangat dalam dan kelam. Melangkahlah dengan keyakinan penuh dan kesabaran. Karena Tuhan selalu mengiringi langkah indahmu.

Jadi, jangan pernah takut untuk menentukan suatu pilihan. Apapun keadaannya, kamu pasti bisa melaluinya. Bertahanlah untuk kamu sang pejuang kehidupan, karena sebentar lagi hidupmu pasti mapan. Dan teruslah melangkah bagi kamu yang bertualang akan Petualangan yang menantang, karena nikmatnya berjuang akan kau rasakan dan kamu akan menuai hasilnya dengan kegembiraan. *)

*) LKM 2020: Dea Viona Nurliza

Leave a Reply