Waspada ‘Misionaris’ Menyusup di Balik Rencana Bupati Dirikan Kampus ‘Korea’ di Manna!

17814194_1401381126594071_1103189669_n Waspada ‘Misionaris’ Menyusup di Balik Rencana Bupati Dirikan Kampus ‘Korea’ di Manna!BENGKULU SELATAN, beritadelapan.com – Selain mewacanakan rencana penutupan Akademi Kebidanan (Akbid) Manna, pada Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial kemarin (4/4/17), Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud juga menyampaikan rencana salah satu yayasan dari Negara Korea untuk mendirikan Perguruan Tinggi di Kota Manna. Dirwan Mahmud juga berencana akan memberikan lahan di Lapter II sebagai lokasi pembangunan kampus yang berbasis teknologi itu nantinya.

Sama seperti Yayasan Eben Haezer yang sempat ingin membangun Sekolah di kawasan Gunung Ayu, Manna beberapa waktu lalu, lagi-lagi yayasan yang berkeinginan membangun perguruan tinggi ini merupakan yayasan yang mempunyai latar belakang Agama Kristiani.

“Di Korea itu ada orang Kita Bengkulu Selatan yang bekerja di sana. Dialah yang memfasilitasi. Sudah dikomunikasikan ke saya. Saya mendukung, ini untuk transfer ilmu dan teknologi. Saya akan hati-hati dan ketat terhadap[ perizinan. Jangan sampai izinnya tidak lengkap seperti yayasan eben haezer di Gunung Ayu yang mau mendirikan sekolah SMK dulu. Kalau yang yayasan eben haezer itu sudah saya batalkan,” tegas Dirwan.

Pernyataan Bupati tersebut mendapat tanggapan dari salah seorang Tokoh Masyarakat yang hadir, yakni Jani Hairin yang juga mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan. Menurutnya, rencana yayasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi itu sebenarnya sudah lama. Pada zaman Jani masih menjabat Wakil Bupati beberapa kali pihak dari Korea itu mengajukan perizinan. Namun tidak ditanggapi oleh Pemkab Bengkulu Selatan kala itu.

“Dari zaman kami masih menjabat dulu, mungkin sudah puluhan kali masukkan usulan. Kita harus hati-hati, mereka itu misionaris. Jadi saya sarankan kepada Bapak Bupati agar hati-hati sebelum mengambil kebijakan,” terang Politis PPP ini.

Senada dengan Jani Hairin, tokoh agama yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan H Ali Nundiha kepada beritadelapan.com mengatakan jika memang benar pihak yang ingin mendirikan Perguruan Tinggi tersebut adalah misionaris maka Bupati harus berpikir ulang sebelum menerbitkan izin.

“Ini harus dikaji betul. Bupati harus cermat. Jangan gampang menerima begitu saja. Kita khawatir, ini bisa menimbulkan kegaduhan. Bupati harus duduk bersama semua pihak untuk membahas ini. Bukan berarti kita menghalang-halangi atau bukan pula tidak toleransi. Kalau memang bermaksud baik untuk kemajuan Bengkulu Selatan dan tidak ada tendensi atau misi lain, seperti program misionaris tadi ya kita terima. Tapi kekhawatiran kita, ada udang di bali bati,” ujar Wakil Ketua Forum Kerukunan Umar Beragama (FKUB) Bengkulu Selatan yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu Selatan ini. (Yan)

 

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply