Kisah Hidup Nawiyah “Tumpukan Kaleng Kornet” (SERI I)

banner 468x60

Rumah-Tidak-Layak-Huni-Desa-Padang-Lebar-Kecamatan-Seginim-Bengkulu-Selatan-Provinsi-Bengkulu-Indonesia Kisah Hidup Nawiyah “Tumpukan Kaleng Kornet” (SERI I)

__Penting!. Biasakan Tuntas Baca, Agar Tidak Salah Informasi__

Kabupaten Elok, Maju, Adil dan Sejahtera diharapkan bukan hanya Motto semata. Bukti nyata akan hasil kerja para eksekutor Pemerintah Daerah patut dipertanyakan?. Apakah layak seorang Nawiyah (75), nenek jumpo dan fakir, seolah dibiarkan terlantar, di tengah “Rakor dan Rakor”?.

Sore itu, beritadelapan disuguhkan dengan pemandangan Desa Padang Lahiriah Kecamatan Seirama, Kabupaten Bertajuk Senduh. Awan biru perlahan berubah warna, cerahnya langit berganti mendung hitam, di tengah plesiran berbalut angan-angan. Hiduplah seorang Nawiyah. Diusianya yang lebih tua dari usia Republik Indaman, apalagi usia Kabupaten Bertajuk Senduh. Perbandingan wajar, semisal-usia-ibu-berbanding-lurus-dengan-usia-anaknya. Semakin tua seorang ibu, semakin dewasa juga seorang anak. Maka, sudah selayaknya pengabdian anak sangat diharapkan, ia menunggu belas kasih, budi pekerti baik dari Pemerintah Daerah Bertajuk Senduh.

Nawiyah, tinggal seorang diri, di dalam kotak papan lapuk (Kamar-Red), seukuran tubuhnya atau lebih luas sedikit. Kamar tersebut menempel dinding dan terletak di area luar rumah.  Ruang rumah bagian dalam berlantai tanah tergenang air, atap seng tua tak mampu menahan hujan, air jatuh melalui lubang seng yang menganga, akibat dimakan karat yang telah menahun. Bila hujan turun Nawiyah tidur dalam kebasahan.

Halaman rumah, dihiasi dengan penataan beberapa rumpun Kacang Tanah, yang tubuh “subur”, ditanam menggunakan tangan tua, tidak memperoleh nutrisi pupuk organic dan anorganik, tanpa standar pengolahan, seperti yang sering dibacakan oleh “Pembaca Buku Cerita Petani Sukses”, di atas panggung hiburan, dihadapan para penonton dari kalangan petani dan tanpa naskah, kemudian dipoles dengan gincu citra dunia maya. Saat panen, hasil Kacang Tanah tersebut, Nawiyah gunakan sebagai penambah bekal hidup. Bila belum panen, ia menunggu ‘Order’ dari lahan milik petani lain, yang cukup berbesar hati mau mempekerjakannya, itupun kalau ada.

Berjalan setapak demi selangkah, tidak lebih dari beberapa detik, kurang dari satu menit, akan terlihat hiasan sumur tua (entah berapa usia sumur tersebut). Tidak terlihat tali dan ember yang sering digunakannya sebagai “Sapras” untuk menggambil seteguk air minum. Cerita punya cerita, “Tali dan Ember” sering hilang pindah tempat, padahal katanya baru beli. Usut punya usut, penjaga Nenek Nawiyah tidak diperintahkan untuk berjaga.

Bosan melihat keadaan luar rumah, melirik ke dalam, mengarah kesekeliling ruangan, tidak terlihat tumpukan “Kaleng Kornet”, Susu Bubuk penguat tulang, Pendingin Ruangan (AC) yang berganti secara berkala, Kendaraan dengan Suku Cadang siap sedia, Instalasi Listrik sesuai standar, Perabotan Rumah yang mungkin bisa ditukar kapan saja. Kemudian apa yang ada dalam rumah Nenek Nawiyah?, hanya beberapa helai kain lusuh dan kursi berbahan plastik di atas tanah berdebu lantai rumah idamannya.

Setelah selesai sesi melihat pemandangan sekaligus potret kenangan bersama nenek Nawiyah. beritadelapan mendengarkan cerita dari Kepala Desa Padang Lebar Lahiriah, Dikarmanto, menurutnya Pemerintah Desa telah membuat usulan kepada Pemerintah Daerah, harapannya, semoga tahun 2020 Nenek Nawiyah dapat menerima program sosial yang ada. Meskipun, kartu Nenek Nawiyah belum ada, maklum sudah uzur.

“Kita, telah membuat proposal usulan, beberapa rumah tangga miskin telah dimasukan dalam usulan. Bukan hanya Nawiyah, ada enam orang yang kehidupannya seperti nenek Nawiyah, bahkan ada yang di bawah itu”, cerita Dikarmanto. ___Bersambung___*)

*) Red – Cerita Fiksi, Mohon Maaf Apabila Terdapat Kesamaan Gambar, Tempat Dan Nama Serta Kejadian. 

banner 468x60
author

Author: 

Related Posts

One Response

  1. Kisah Hidup Nawiyah “Kursus Rantai Makanan” (SERI II)12 September, 2019 at 12:28 amReply

    […] __Penting!. Biasakan Tuntas Baca, Agar Tidak Salah Informasi__ Baca Seri I Klik Disini Kisah Nawiyah Tumpukan Kaleng Kornet […]

Leave a Reply