Gubernur & Bupati Batal Makan Bersama, Warga Kecewa, Catering Angkut Paksa Hidangan

21013707_1963411433916266_2076658302_n-300x400 Gubernur & Bupati Batal Makan Bersama, Warga Kecewa, Catering Angkut Paksa HidanganBENGKULU SELATAN, beritadelapan.com – Peletakan batu pertama Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Rumah Quran Yayasan Bengkulu Madani oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud di Desa Dusun Baru Kecamatan Seginim, Selasa (22/8/17) di samping membawa kebahagiaan, ternyata juga menyimpan kekecewaan bagi warga. Apa sebabnya?

Kekecewaan warga dipicu persoalan sepele, yakni terkait hidangan makan siang yang disiapkan oleh pihak catering yang diperuntukkan untuk makan siang bersama Plt Gubernur Bengkulu, Bupati Bengkulu Selatan dengan warga dan undangan. Semulanya dijadwalkan Plt Gubernur dan Bupati makan siang bersama warga terpaksa dibatalkan lantaran Bupati dan Gubernur harus melanjutkan perjalanan ke Desa Muara Tiga Kecamatan Kedurang untuk mengunjungi rumah korban gantung diri yang diduga karena depresi anaknya menjadi korban kejahatan seksual.

Kekecewaan warga mengalami klimaksnya saat pihak catering membereskan dan mengangkut hidangan prasmanan yang sudah siap disantap. Pihak catering mengangkut dan membereskan hidangan prasmanan dengan dalih karena Bupati dan Gubernur batal makan siang bersama warga di Desa Dusun Baru. Beberapa warga yang sudah antre untuk mengambil makanan di meja hidangan prasmananpun dicegah oleh pihak catering. Alhasil, warga yang sudah antrepun batal makan siang. Inilah yang menjadi pemicu kekecewaan warga.

Ngapau, mentang-mentang Bupati dan Pak Gubernur ndiak jadi makan di sini, kami jugaw ndiak buliah makan di sini. Kalu ndiak kak habis dengan Bupati sughang stitu. Amau kali lagi, jangan dihidangka amau ndik buliah makan stini. Kalu tanci rakyat nila batan beli makanan tu,” ketus salah seorang warga dalam bahasa daerah Bengkulu Selatan.21015326_293879137744862_2056325992_n-300x400 Gubernur & Bupati Batal Makan Bersama, Warga Kecewa, Catering Angkut Paksa Hidangan

 

Dari pantauan di lapangan, bukan hanya warga biasa yang tidak jadi makan siang, bahkan jajaran pejabat\ pemerintahanpun yang semulanya sudah antre terpaksan gigit jari. Seperti Kapolsek Seginim dan jajarannya, Lurah Pasar Baru dan rombongan Kepala Desa yang menghadiri undangan.

Kekesalanpun juga datang dari pihak Pemerintah Desa setempat. Merekapun seakan merasa dipermalukan atas tindakan tersebut. Bagaimana tidak, warga yang sudah antre makan siang, batal makan lantaran hidangan sudah diangku paksa. Yang membuat malu lagi, santapan makanan siang yang telah disiapkan oleh catering yang ditunjuk pihak Pemerintah Daerah tersebut dihidangkan di lokasi Kantor Desa.

“Kami sangat menyayangkan hal ini. Masa warga saya lagi antre makan, kok hidangannya diangkut dan ditutup paksa. Mestinya ini tidak harus terjadi,” sesal Kepala Desa Dusun Baru, Alfian. (***)

 

 

Related Posts

Leave a Reply